Bagaimana Pengajaran Berbasiskan Tehnologi Digital?

Posted on
Bagaimana Pengajaran Berbasiskan Tehnologi Digital?

Bagaimana Pengajaran Berbasiskan Tehnologi Digital? Wabah Covid-19 dapat disebut makin mereda. Mengakibatkan, aktivitas belajar mengajarkan di beberapa sekolah mulai normal. Jam masuk telah seperti awalnya, tiba pagi dan pulang sore atau siang. Keadaan yang lain 2 tahun terakhir, saat angka kematian dan penyebaran Covod-19 demikian mengerikan di Tanah Air. Semua sekolah berlakukan evaluasi jarak jauh. Aktivitas belajar mengajarkan betul-betul memercayakan tehnologi digital berbasiskan internet.

Pendiri Zoom yang digemari saat wabah, cetak keuntungan sampai Rp35 triliun pada 2020 lalu. Tidaklah aneh, bagaimana program ini betul-betul mempermudah semua kegiatan sosial, dimulai dari belajar, rapat, pengajian, arisan sampai kongkow-kongkow tidak jelas. Ada pilihan kata baru saat wabah dengan istilah “nge-zoom “.

Penelitian yang sudah dilakukan tentang Bagaimana Pengajaran Berbasiskan Tehnologi oleh instansi We Are Social memperlihatkan jika warga Indonesia sebagai sumber daya yang besar sekali dalam memberdayakan internet. Kekuatan warga Indonesia cukup baik pada memakai tehnologi digital. Tetapi pendayagunaannya masih memiliki sifat selingan (entertainment). Menyaksikan peristiwa itu, sebaiknya kita sebagai pengajar manfaatkan tehnologi digital untuk memberikan fasilitas evaluasi hingga tak lagi memiliki sifat konservatif.

Bermula dari sebuah kalimat motivasi “Sehebat apa saja tehnologi tidak pernah gantikan peranan guru, tapi guru yang tidak ingin belajar tehnologi akan terpindahkan”, karena Bagaimana Pengajaran Berbasiskan Tehnologi ini menjadi awalnya untuk mengawali. Guru bisa tuangkan gagasan inovatif untuk meningkatkan tehnologi digital yang diadaptasi untuk pembelajaran dan evaluasi. Program atau media sosial yang dipakai warga (pada data Digital Indonesia) pasti tidak asing di kehidupan setiap hari kita. Silahkan kita optimalkan pendayagunaannya untuk pengajaran.

DAMPAK PANDEMIK TERHADAP SISTEM PENDIDIKAN SAAT INI.

Kita sekarang ini masuk ke zaman revolusi industry 4.0,zaman serba digital dalam segalanya,dimulai dari masalah dapur sampai masalah pengajaran dan servis dalam segalanya,di bagian alih bentuk yang Bagaimana Pengajaran Berbasiskan Tehnologi ,tidak ada yang diberi nama sulit dan susah semua tehnologi tawarkan sarana yang serba memungkinkannya dan gampang.

Begitupun penulis posisi sebagai pembicara,sebagai fasilitator dan sebagai penulis,dipermudahkan dengan kehadiran tehnologi, sebagai arsiteknya di bagian pengajaran harus cepat menyesuaikan dan cepat kuasai ilmu dan pengetahuan yang telah berbeda keadaan dan keadaannya, widyaiswara tak lagi menanti agenda mengajarkan secara klasikal tetapi di menuntut agar semakin proaktif dalam bekerja dan berperanan,harus sanggup mengubah pola pikir,skema pemikiran kita yang classic jadi digital.

Misalkan tahun-tahun awalnya widyaiswara kepiawaiannya dalam mentransfer sikap, Bagaimana Pengajaran Berbasiskan Tehnologi pengetahuan dan ketrampilan di kelas secara klasikal,bertatap muka langsung dengan beberapa peserta,sampaikan materi berbentuk slide ,dapat bersalaman langsung,menanyakan langsung dan memberi senyum dan tawa dan gurau dengan alami,tidak boleh berharap keadaan semacam ini akan tahan lama dan berjalan lama,karena perubahan kebisaaan telah berpindah secara riil ,di mana alat berhubungan dan berbicara antara pribadi dan antara barisan telah dengan memakai sebuah alat super hebat dengan memakai smartphone,memakai handphone,memakai netbook dan perlengkapan yang lain yang serba hebat dan tersambung dengan koneksi internet yang memungkinkannya terakses secara global.